Minggu, 24 Oktober 2010

Proses Implementasi Teknologi Komputer

Nama Kelompok :
Uswatun Hasanah Zamrud 09220315
Aank Manderawati 09220367
Cintia Devi Seputri 09220362
Dahlia Eka Fitri P. 09220368
Qoriatul Fatmala Sari 09220369
Yossi Ari Pratiwi 09220371
Galindra Astarini 09220374
Akbar Fahmi Leo
Eko Santoso

Sejarah Komputer
Sejarah komputer sudah dimulai sejak zaman dahulu kala. Sejak dahulu kala, proses pengolahan data telah dilakukan oleh manusia. Manusia juga menemukan alat-alat mekanik dan elektronik untuk membantu manusia dalam penghitungan dan pengolahan data supaya bisa mendapatkan hasil lebih cepat. Komputer yang kita temui saat ini adalah suatu evolusi panjang dari penemuan-penemuan manusia sejak dahulu kala berupa alat mekanik maupun elektronik.
Saat ini komputer dan piranti pendukungnya telah masuk dalam setiap aspek kehidupan dan pekerjaan. Komputer yang ada sekarang memiliki kemampuan yang lebih dari sekedar perhitungan matematik biasa. Diantaranya adalah sistem komputer di kassa supermarket yang mampu membaca kode barang belanja, sentral telepon yang menangani jutaan panggilan dan komunikasi, jaringan komputer dan internet yang menghubungkan berbagai tempat di dunia.
Tidak dapat disangkal bahwa salah satu penyebab utama terjadinya era globalisasi yang datangnya lebih cepat dari dugaan semua pihak adalah karena perkembangan pesat teknologi informasi. Implementasi internet, electronic commerce, electronic data interchange, virtual office, telemedicine, intranet, dan lain sebagainya telah menerobos batas-batas fisik antar negara. Penggabungan antara teknologi komputer dengan telekomunikasi telah menghasilkan suatu revolusi di bidang sistem informasi. Data atau informasi yang pada jaman dahulu harus memakan waktu berhari-hari untuk diolah sebelum dikirimkan ke sisi lain di dunia, saat ini dapat dilakukan dalam hitungan detik.Tidak berlebihan jika salah satu pakar IBM menganalogikannya dengan perkembangan otomotif sebagai berikut: “seandainya dunia otomotif mengalami kemajuan sepesat teknologi informasi, saat ini telah dapat diproduksi sebuah mobil berbahan bakar solar, yang dapat dipacu hingga kecepatan maximum 10,000 km/jam, dengan harga beli hanya sekitar 1 dolar Amerika !”. Secara mikro, ada hal cukup menarik untuk dipelajari, yaitu bagaimana evolusi perkembangan teknologi informasi yang ada secara signifikan mempengaruhi persaingan antara perusahaan-perusahaan di dunia, khususnya yang bergerak di bidang jasa. Secara garis besar, ada empat periode atau era perkembangan sistem informasi, yang dimulai dari pertama kali diketemukannya komputer hingga saat ini. Keempat era tersebut (Cash et.al., 1992) terjadi tidak hanya karena dipicu oleh perkembangan teknologi komputer yang sedemikian pesat, namun didukung pula oleh teori-teori baru mengenai manajemen perusahaan modern. Ahli-ahli manajemen dan organisasi seperti Peter Drucker, Michael Hammer, Porter, sangat mewarnai pandangan manajemen terhadap teknologi informasi di era modern. Oleh karena itu dapat dimengerti, bahwa masih banyak perusahaan terutama di negara berkembang (dunia ketiga), yang masih sulit mengadaptasikan teori-teori baru mengenai manajemen, organisasi, maupun teknologi informasi karena masih melekatnya faktor-faktor budaya lokal atau setempat yang mempengaruhi behavior sumber daya manusianya. Sehingga tidaklah heran jika masih sering ditemui perusahaan dengan peralatan komputer yang tercanggih, namun masih dipergunakan sebagai alat-alat administratif yang notabene merupakan era penggunaan komputer pertama di dunia pada awal tahun 1960-an.
Perkembangan Teknologi Komputer
Periode ini dimulai sekitar tahun 1960-an ketika mini computer dan mainframe diperkenalkan perusahaan seperti IBM ke dunia industri. Kemampuan menghitung yang sedemikian cepat menyebabkan banyak sekali perusahaan yang memanfaatkannya untuk keperluan pengolahan data (data processing). Pemakaian komputer di masa ini ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, karena terbukti untuk pekerjaan-pekerjaan tertentu, mempergunakan komputer jauh lebih efisien (dari segi waktu dan biaya) dibandingkan dengan mempekerjakan berpuluh-puluh SDM untuk hal serupa. Pada era tersebut, belum terlihat suasana kompetisi yang sedemikian ketat. Jumlah perusahaan pun masih relatif sedikit. Kebanyakan dari perusahaan perusahaan besar secara tidak langsung “memonopoli pasar-pasar tertentu, karena belum ada pesaing yang berarti. Hampir semua perusahaan-perusahaan besar yang bergerak di bidang infrastruktur (listrik dan telekomunikasi) dan pertambangan pada saat itu membeli perangkat komputer untuk membantu kegiatan administrasinya sehari-hari. Keperluan organisasi yang paling banyak menyita waktu komputer pada saat itu adalah untuk administrasi back office, terutama yang berhubungan dengan akuntansi dan keuangan. Di pihak lain, kemampuan mainframe untuk melakukan perhitungan rumit juga dimanfaatkan perusahaan untuk membantu menyelesaikan problem-problem teknis operasional, seperti simulasi-simulasi perhitungan pada industri pertambangan dan manufaktur.
Kemajuan teknologi digital yang dipadu dengan telekomunikasi telah membawa komputer memasuki masa-masa “revolusi”-nya. Di awal tahun 1970-an, teknologi PC atau Personal Computer mulai diperkenalkan sebagai alternatif pengganti mini computer. Dengan seperangkat komputer yang dapat ditaruh di meja kerja (desktop), seorang manajer atau teknisi dapat memperoleh data atau informasi yang telah diolah oleh komputer (dengan kecepatan yang hampir sama dengan kecepatan mini computer, bahkan mainframe). Kegunaan komputer di perusahaan tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi, namun lebih jauh untuk mendukung terjadinya proses kerja yang lebih efektif. Tidak seperti halnya pada era komputerisasi dimana komputer hanya menjadi “milik pribadi”Divisi EDP (Electronic Data Processing)
perusahaan, di era kedua ini setiap individu di organisasi dapat memanfaatkan kecanggihan komputer, seperti untuk mengolah database, spreadsheet, maupun data processing (end-user computing). Pemakaian komputer di kalangan perusahaan semakin marak, terutama didukung dengan alam kompetisi yang telah berubah dari monompoli menjadi pasar bebas. Secara tidak langsung, perusahaan yang telah memanfaatkan teknologi komputer sangat efisien dan efektif dibandingkan perusahaan yang sebagian prosesnya masih dikelola secara manual. Pada era inilah komputer memasuki babak barunya, yaitu sebagai suatu fasilitas yang dapat memberikan keuntungan kompetitif bagi perusahaan, terutama yang bergerak di bidang pelayanan atau jasa.
Teori-teori manajemen organisasi modern secara intensif mulai diperkenalkan di awal tahun 1980-an. Salah satu teori yang paling banyak dipelajari dan diterapkan adalah mengenai manajemen perubahan (change management). Hampir di semua kerangka teori manajemen perubahan ditekankan pentingnya teknologi informasi sebagai salah satu komponen utama yang harus diperhatikan oleh perusahaan yang ingin menang dalam persaingan bisnis. Tidak seperti pada kedua era sebelumnya yang lebih menekankan pada unsur teknologi, pada era manajemen perubahan ini yang lebih ditekankan adalah sistem informasi, dimana komputer dan teknologi informasi merupakan komponen dari sistem tersebut. Kunci dari keberhasilan perusahaan di era tahun 1980-an ini adalah penciptaan dan penguasaan informasi secara cepat dan akurat. Informasi di dalam perusahaan dianalogikan sebagai darah dalam peredaran darah manusia yang harus selalu mengalir dengan teratur, cepat, terus-menerus, ke tempat-tempat yang membutuhkannya (strategis). Ditekankan oleh beberapa ahli manajemen, bahwa perusahaan yang menguasai informasilah yang memiliki keunggulan kompetitif di dalam lingkungan makro “regulated free market”. Di dalam periode ini, perubahan secara filosofis dari perusahaan tradisional ke perusahaan modern terletak pada bagaimana manajemen melihat kunci kinerja perusahaan. Organisasi tradisional melihat struktur perusahaan sebagai kunci utama pengukuran kinerja, sehingga semuanya diukur secara hirarkis berdasarkan divisi-divisi atau departemen. Dalam teori organisasi modern, dimana persaingan bebas telah menyebabkan customers harus pandai-pandai memilih produk yang beragam di pasaran, proses penciptaan produk atau pelayanan (pemberian jasa) kepada pelanggan merupakan kunci utama kinerja perusahaan. Keadaan ini sering diasosiasikan dengan istilah-istilah manajemen seperti “market driven” atau “customer base company” yang pada intinya sama, yaitu kinerja perusahaan akan dinilai dari kepuasan para pelanggannya. Sangat jelas dalam format kompetisi yang baru ini, peranan komputer dan teknologi informasi, yang digabungkan dengan komponen lain seperti proses, prosedur, struktur organisasi, SDM, budaya perusahaan, manajemen, dan komponen terkait lainnya, dalam membentuk sistem informasi yang baik, merupakan salah satu kunci keberhasilan perusahaan secara strategis.
Tidak dapat disangkal lagi bahwa kepuasan pelanggan terletak pada kualitas pelayanan. Pada dasarnya, seorang pelanggan dalam memilih produk atau jasa yang dibutuhkannya, akan mencari perusahaan yang menjual produk atau jasa tersebut: cheaper (lebih murah), better (lebih baik), dan faster (lebih cepat). Disinilah peranan sistem informasi sebagai komponen utama dalam memberikan keunggulan kompetitif perusahaan. Oleh karena itu, kunci dari kinerja perusahaan adalah pada proses yang terjadi baik di dalam perusahaan (back office) maupun yang langsung bersinggungan dengan pelanggan (front office). Dengan memfokuskan diri pada penciptaan proses (business process) yang efisien, efektif, dan terkontrol dengan baiklah sebuah perusahaan akan memiliki kinerja yang handal. Tidak heran bahwa di era tahun 1980-an sampai dengan awal tahun 1990-an terlihat banyak sekali perusahaan yang melakukan BPR (BusinessProcess Reengineering), re-strukturisasi, implementasi ISO-9000, implementasi TQM, instalasi dan
Pemakaian sistem informasi korporat (SAP, Oracle, BAAN), dan lain sebagainya. Utilisasi teknologi informasi terlihat sangat mendominasi dalam setiap program manajemen perubahan yang dilakukan perusahaan-perusahaan
Belum banyak buku yang secara eksplisit memasukkan era terakhir ini ke dalam sejarah evolusi teknologi informasi. Fenomena yang terlihat adalah bahwa sejak pertengahan tahun 1980-an, perkembangan dibidang teknologi informasi (komputer dan telekomunikasi) sedemikian pesatnya, sehingga kalau digambarkan secara grafis, kemajuan yang terjadi terlihat secara eksponensial. Ketika sebuah seminar internasional mengenai internet diselenggarakan di San Fransisco pada tahun 1996, para praktisi teknologi informasi yang dahulu bekerja sama dalam penelitian untuk memperkenalkan internet ke dunia industri pun secara jujur mengaku bahwa mereka tidak pernah menduga perkembangan internet akan menjadi seperti ini. Ibaratnya mereka melihat bahwa yang ditanam adalah benih pohon ajaib, yang tiba-tiba membelah diri menjadi pohon raksasa yang tinggi menjulang. Sulit untuk ditemukan teori yang dapat menjelaskan semua fenomena yang terjadi sejak awal tahun 1990-an ini, namun fakta yang terjadi dapat disimpulkan sebagai berikut:

Tidak ada yang dapat menahan lajunya perkembangan teknologi informasi. Keberadaannya telah menghilangkan garis-garis batas antar negara dalam hal flow of information. Tidak ada negara yang mampu untuk mencegah mengalirnya informasi dari atau ke luar negara lain, karena batasan antara negara tidak dikenal dalam virtual world of computer. Penerapan teknologi seperti LAN, WAN, GlobalNet, Intranet, Internet, Ekstranet, semakin hari semakin merata dan membudaya di masyarakat. Terbukti sangat sulit untuk menentukan perangkat hukum yang sesuai dan terbukti efektif untuk menangkal segala hal yang berhubungan dengan penciptaan dan aliran informasi. Perusahaan-perusahaan pun sudah tidak terikat pada batasan fisik lagi. Melalui virtual world of computer, seseorang dapat mencari pelanggan di seluruh lapisan masyarakat dunia yang terhubung dengan jaringan internet. Sulit untuk dihitung besarnya uang atau investasi yang mengalir bebas melalui jaringan internet. Transaksi-transaksi perdagangan dapat dengan mudah dilakukan di cyberspace melalui electronic transaction dengan mempergunakan electronic money.
Tidak jarang perusahaan yang akhirnya harus mendefinisikan kembali visi dan misi bisnisnya, terutama yang bergelut di bidang pemberian jasa. Kemudahan-kemudahan yang ditawarkan perangkat canggih teknologi informasi telah merubah mindset manajemen perusahaan sehingga tidak jarang terjadi perusahaan yang banting stir menggeluti bidang lain. Bagi negara dunia ketiga atau yang sedang berkembang, dilema mengenai pemanfaatan teknologi informasi amat terasa. Di suatu sisi banyak perusahaan yang belum siap karena struktur budaya atau SDM-nya, sementara di pihak lain investasi besar harus dikeluarkan untuk membeli perangkat teknologi informasi. Tidak memiliki teknologi informasi, berarti tidak dapat bersaing dengan perusahaan multi nasional lainnya, alias harus gulung tikar.
Hal terakhir yang paling memusingkan kepala manajemen adalah kenyataan bahwa lingkungan bisnis yang ada pada saat ini sedemikian seringnya berubah dan dinamis. Perubahan yang terjadi tidak hanya sebagai dampak kompetisi yang sedemikian ketat, namun karena adanya faktor-faktor external lain seperti politik (demokrasi), ekonomi (krisis), sosial budaya (reformasi), yang secara tidak langsung menghasilkan kebijakan-kebijakan dan peraturan-peraturan baru yang harus ditaati perusahaan. Secara operasional, tentu saja fenomena ini sangat menyulitkan para praktisi teknologi informasi dalam menyusun sistemnya. Tidak jarang di tengah-tengah konstruksi sistem informasi, terjadi perubahan kebutuhan sehingga harus diadakan analisa ulang terhadap sistem yang akan dibangun. Dengan mencermati keadaan ini, jelas terlihat kebutuhan baru akan teknologi informasi yang cocok untuk perusahaan, yaitu teknologi yang mampu adaptif terhadap perubahan. Para praktisi negara maju menjawab tantangan ini dengan menghasilkan produk-produk aplikasi yang berbasis objek, seperti OOP (Object Oriented Programming), OODBMS (Object Oriented Database Management System), Object Technology, Distributed Object, dan lain sebagainya.


Minggu, 17 Oktober 2010

Komunikasi Interaktif Melalui E-Mail

Teknologi komunikasi adalah peralatan perangkat keras dalam sebuah struktur organisasi yang mengandung nilai-nialai sosial, yang memungkinkan setiap individu mengumpulkan, memproses dan saling tukar informasi dengan individu-individu lain (Rogers,1986)

1.1 Perkembangan Internet…
Teknologi Informasi dan Telekomunikasi (Information and Communication Technology/ICT) merupakan tulang punggung aplikasi Web 2.0. Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang fenomenal dan menjadi awal munculnya aplikasi web adalah Internet. Internet yang berawal dari riset untuk pertahanan dan keamanan serta pendidikan berkembang menjadi perangkat pendukung bisnis yang sangat berpengaruh. Dalam kaitan dengan aplikasi Web 2.0 ini, terdapat beberapa peristiwa penting dalam sejarah internet.

Berawal pada tahun 1957, melalui Advanced Research Projects Agency (ARPA), Amerika Serikat bertekad mengembangkan jaringan komunikasi terintegrasi yang saling menghubungkan komunitas sains dan keperluan militer. Hal ini dilatarbelakangi oleh terjadinya perang dingin antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet (tahun 1957 Soviet meluncurkan sputnik).

1.2 Perkembangan Internet
Perkembangan besar Internet pertama adalah penemuan terpenting ARPA yaitu packet switching pada tahun 1960. Packet switching adalah pengiriman pesan yang dapat dipecah dalam paket-paket kecil yang masing-masing paketnya dapat melalui berbagai alternatif jalur jika salahsatu jalur rusak untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Packet switching juga memungkinkan jaringan dapat digunakan secara bersamaan untuk melakukan banyak koneksi, berbeda dengan jalur telepon yang memerlukan jalur khusus untuk melakukan koneksi. Maka ketika ARPANET menjadi jaringan komputer nasional di Amerika Serikat pada 1969, packet switching digunakan secara menyeluruh sebagai metode komunikasinya menggantikan circuit switching yang digunakan pada sambungan telepon publik.
Perkembangan besar Internet kedua yang dicatat pada sejarah internet adalah pengembangan lapisan protokol jaringan yang terkenal karena paling banyak digunakan sekarang yaitu TCP/IP (Transmission Control Protocol/ Internet Protocol). Protokol adalah suatu kumpulan aturan untuk berhubungan antarjaringan. Protokol ini dikembangkan oleh Robert Kahn dan Vinton Cerf pada tahun 1974. Dengan protokol yang standar dan disepakati secara luas, maka jaringan lokal yang tersebar di berbagai tempat dapat saling terhubung membentuk jaringan raksasa bahkan sekarang ini menjangkau seluruh dunia. Jaringan dengan menggunakan protokol internet inilah yang sering disebut sebagai jaringan internet.
Jaringan ARPANET menjadi semakin besar sejak saat itu dan mulai dikelola oleh pihak swasta pada tahun 1984, maka semakin banyak universitas tergabung dan mulailah perusahaan komersial masuk. Protokol TCP/IP menjadi protokol umum yang disepakati sehingga dapat saling berkomunikasi pada jaringan internet ini.
Perkembangan besar Internet ketiga adalah terbangunnya aplikasi World Wide Web pada tahun 1990 oleh Tim Berners-Lee. Aplikasi World Wide Web (WWW) ini menjadi konten yang dinanti semua pengguna internet. WWW membuat semua pengguna dapat saling berbagi bermacam-macam aplikasi dan konten, serta saling mengaitkan materi-materi yang tersebar di internet. Sejak saat itu pertumbuhan pengguna internet meroket.
Hingga saat ini yang semakin berkembang internet pun menjadi kebutuhan bagi setiap khalayak yang membutuhkan. Dengan internet kita bisa menuju Negara yang kita inginkan dengan tanpa harus pergi ke Negara tersebut. Dengan internet kita juga bisa mengakses video yang kita inginkan. Melalui internet juga kita bisa berbincang-bincang dengan teman yang jauh melalui aplikasi chatt. Serta kita bisa bertatap muka saat chatt dengan media pendukung internet yaitu webcam. Dengan media tersebut kita bisa melihat wajah teman kita yang jauh dengan mudah.

1.3 Manfaat Komunikasi Interaktif Lewat Email
Pada mulanya Internet berawal sebagai media komunikasi dan apa pun bisnisnya membutuhkan komunikasi, entah itu oral, visual, maupun tekstual antara pihak-pihak yang terlibat. Walaupun beberapa dari jenis komunikasi ini diotomatisasi oleh komputer, namun tanpa hal itu suatu bisnis tidak dapat tumbuh.
Ciri utama dari jenis komunikasi dasar di Internet adalah; e-mail, chat, dan News, ini semua adalah aplikasi yang sering digunakan dan di masa depan hal ini pun akan tetap nomor satu digunakan. Ketiga itu sebenarnya adalah replika dari hal yang sering digunakan di era pra-internet.
Online chat tidaklah baru bila dibandingkan dengan normal chit-chat, namun Internet memungkinkan cara baru berkomunikasi, dan sekarang masalahnya adalah bagaimana kita dapat membuat nilai tambah pada teknologi baru dan inovatif ini. Teknologi ini tidak memberikan solusi baru yang radikal, namun mengintegrasikan teknologi yang ada untuk meningkatkan keefektifan berkomunikasi.
Aplikasinya dapat digunakan dalam tiga hal :
(i) cara berinteraksi dengan kastemer dan leads
(ii) Cara berinteraksi dengan mitra bisnis
(iii) online meeting
Walaupun komunikasi umum antara perusahaan dan kastemer dilakukan melalui surat biasa, telepon atau e-mail dan faks, namun cobalah berikan kastemer Anda suatu pelayanan yang lain dan lebih baik dan hemat biaya apabila harus menggunakan Sambungan telepon jarak jauh atau Internasional.
Misalnya mungkinkan mereka menghubungi perusahaan Anda dengan menggunakan online chat. Keuntungannya adalah bahwa para kastemer dapat membantu satu sama lain tanpa harus menghubungi perusahaan, sebagaimana dimungkinkan oleh newsgroup. E-mail dan telepon adalah sarana komunikasi langsung yang membutuhkan banyak pekerjaan yang harus dilakukan oleh departemen CALL CENTER.
Memang beberapa perusahan ada yang menaruh PERTANYAAN YG SERING DIAJUKAN di situs web mereka, namun berapa banyak orang yang sudah terkoneksi di internet dapat melakukan hal itu, karena umumnya banyak perusahaan di Indonesia pun jarang memberikan e-mail kepada staff-staffnya apalagi koneksi untuk menjelajahi dunia maya. Dan umumnya orang pun malas untuk melihat-lihat situs web kecuali kalau mereka sedang benar-benar membutuhkan informasi, umumnya mereka lebih senang menerimanya via e-mail, daripada harus masuk ke situs web perusahaan Anda.
Karena itu dengan memberikan chat group kepada kastemer, maka Anda dapat
melayani lebih banyak kastemer pada waktu yang sama. Online chat bentuknya komunikasi tertulis dan dilakukan secara real-time. Agar dapat berhasil Anda harus mengikuti beberapa aturan dan memungkinkan kastemer Anda menggunakan saluran komunikasi baru ini, yaitu online chat dan newsgroups. tanpa mereka harus menginstal software baru.
Jika memang harus diinstal software baru, maka berikan perincian singkat dan jelas cara memasangnya sehingga mereka dapat lakukan sendiri sehingga tidak merasa tidak puas karena pelayanan yang diberikan oleh Anda terlalu rumit.
Hal yang perlu diingat adalah perusahaan Anda harus siap menggunakan orang yang benar-benar cakap dan ahli dalam menjawab pertanyaan dari kastemer atau leads karena ini adalah salah satu bentuk komunikasi langsung. ( a bob julius onggo )

1.4 Pengaruh Perkembangan Internet
Internet telah membuat revolusi baru dalam dunia komputer dan dunia komunikasi yang tidak pernah diduga sebelumnya. Beberapa Penemuan telegram, telepon, radio, dan komputer merupakan rangkaian kerja ilmiah yang menuntun menuju terciptanya Internet yang lebih terintegrasi dan lebih berkemampuan dari pada alat-alat tersebut. Internet memiliki kemampuan penyiaran ke seluruh dunia, memiliki mekanisme diseminasi informasi, dan sebagai media untuk berkolaborasi dan berinteraksi antara individu dengan komputernya tanpa dibatasi oleh kondisi geografis.
Internet merupakan sebuah contoh paling sukses dari usaha investasi yang tak pernah henti dan komitmen untuk melakukan riset berikut pengembangan infrastruktur teknologi informasi. Dimulai dengan penelitian packet switching (paket pensaklaran), pemerintah, industri dan para civitas academica telah bekerjasama berupaya mengubah dan menciptakan teknologi baru yang menarik ini.
Perkembangan Sejarah intenet dapat dibagi dalam empat aspek yaitu
1. Adanya aspek evolusi teknologi yang dimulai dari riset packet switching (paket pensaklaran) ARPANET (berikut teknologi perlengkapannya) yang pada saat itu dilakukan riset lanjutan untuk mengembangkan wawasan terhadap infrastruktur komunikasi data yang meliputi beberapa dimensi seperti skala,performannce/kehandalan, dan kefungsian tingkat tinggi.
2. Adanya aspek pelaksanaan dan pengelolaan sebuah infrastruktur yang global dan kompleks.
3. Adanya aspek sosial yang dihasilkan dalam sebuah komunitas masyarakat besar yang terdiri dari para Internauts yang bekerjasama membuat dan mengembangkan terus teknologi ini.
4. Adanya aspek komersial yang dihasilkan dalam sebuah perubahan ekstrim namun efektif dari sebuah penelitian yang mengakibatkan terbentuknya sebuah infrastruktur informasi yang besar dan berguna. Internet sekarang sudah merupakan sebuah infrastruktur informasi global (widespread information infrastructure), yang awalnya disebut “the National (atau Global atau Galactic) Information Infrastructure” di Amerika Serikat. Sejarahnya sangat kompleks dan mencakup banyak aspek seperti teknologi, organisasi, dan komunitas. Dan pengaruhnya tidak hanya terhadap bidang teknik komunikasi komputer saja tetapi juga berpengaruh kepada masalah sosial seperti yang sekarang kita lakukan yaitu kita banyak mempergunakan alat-alat bantu on line untuk mencapai

Kesimpulan
Adanya dan berkembangnya Internet merupakan bukti perkembangan ternologi di dunia. Dahulu sebelum adanya internet, orang-orang hanya menggunakan komunikasi melalui surat namun saat ini sebagian besar orang menggunakan teknologi internet. Dengan internet kita bisa berkomunikasi dengan teman yang jauh bahkan dengan orang yang sebelumnya belum kita kenal melalui aplikasi chat.
Bahkan dengan chat kita juga bisa saling bertatap muka dengan orang yang sedang berkomunikasi yaitu dengan media tambahan webcam. Selain itu melalui internet kita juga bisa browsing dan mengakses apapun yang diinginkan.
Daftar Pustaka
www.google.com
tskau0.tripod.com
www.wikipedia.com Kadir, Abdul & Terra Ch, Triwahyuni. 2003. Pengenalan Teknologi Informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.


Yosi Ari Pratiwi /09220371

Komunikasi Interaktif Melalui Media 3G


1.1 Pendahuluan
Komunikasi interaktif merupakan proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan dimana antara kedua belah pihak bisa saling berhubungan dengan langsung baik melalui media ataupun tidak melalui media dan saling terjadi feed back atau timbal balik di dalamnya.
Misalnya komunikasi intektif yang menggunakan media 3G. Saat ini sudah banyak orang yang mengenal bahkan tidak asing lagi dengan kata 3G. 3G berasal dari bahasa Inggris : third-generation technology merupakan sebuah standar yang ditetapkan oleh International Telecommunication Union (ITU) yang diadopsi dari IMT-2000, untuk diaplikasikan pada jaringan telepon selular.
3G (dibaca: triji) adalah singkatan dari 3rd Generation atau generasi ketiga artinya teknologi telepon selular generasi ketiga. 3G merupakan nama yang umum digunakan untuk menyebutkan teknologi lanjutan dari sistem komunikasi mobile, dimana kita bisa mendapatkan layanan data berkecepatan tinggi untuk aplikasi multimedia seperti download musik, nonton TV lewat handphone, internet berkecepatan tinggi, video call, streaming video klip, dan sebagainya.
Istilah ini umumnya digunakan mengacu kepada perkembangan teknologi pada telepon nirkabel. Melalui 3G, pengguna telepon selular dapat memiliki akses cepat ke internet dengan bandwidth sampai 384 kilobit setiap detik ketika alat tersebut berada pada kondisi diam atau bergerak secepat pejalan kaki. Akses yang cepat ini merupakan andalan dari 3G yang tentunya mampu memberikan fasilitas yang beragam pada pengguna seperti menonton video secara langsung dari internet atau berbicara dengan orang lain menggunakan video. Dengan menggunakan media 3G pada telepon seluler kita khalayak dapat berkomunikasi secara langsung memalui perantara HP. Khalayak dapat saling bertatap muka dengan syarat media yang digunakan sama-sama nemiliki aplikasi 3G.

1.2 Sejarah 3G
Pada dasarnya perkembangan teknologi komunikasi ini disebabkan oleh keinginan untuk selalu memperbaiki kinerja, kemampuan dan efisiensi dari teknologi generasi sebelumnya. Ada pun perkembangan teknologi nirkabel dapat dirangkum sebagai berikut:
1. Generasi pertama: analog, kecepatan rendah (low-speed), cukup untuk suara. Contoh: NMT (Nordic Mobile Telephone) dan AMPS (Analog Mobile Phone System). Dimulai pada awal 1980-an sebagai bagian komersil dari AMPS. Menggunakan format FDMA (Frequency Division Multiple Access) yang membawa suara analog sebesar 800 MHz pita frekuensi.
2. Generasi kedua: digital, kecepatan rendah - menengah. Contoh: GSM dan CDMA2000 1xRTT. Berkembang di awal 1990-an saat operator seluler mengeluarkan 2 macam standar suara digital, GSM dan CDMA, dimana GSM menggunakan sistem TDMA (Time Division Multiple Access) yang mampu mengirimkan panggilan sampai 8 saluran di pita 900 dan 1800 MHz, sedangkan CDMA sendiri adalah singkatan dari (Code Division Multiple Access) yang mampu mengirimkan sinyal panggilan sampai 16 saluran di pita frekuensi 800 MHz.
3. Generasi ketiga: digital, kecepatan tinggi (high-speed), untuk pita lebar (broadband). Contoh: W-CDMA (atau dikenal juga dengan UMTS) dan CDMA2000 1xEV-DO. 3G merupakan terobosan dalam pengiriman paket data yang memungkinkan berbagai aplikasi jaringan diterapkan. Dengan kata lain, 3G menghadirkan sebuah perubahan evolusioner dalam kecepatan pemindahan data.

1.3 Teknologi 3G
Teknologi 3G terbagi menjadi GSM dan CDMA. Teknologi 3G sering disebut dengan Mobile broadband karena keunggulannya sebagai modem untuk internet yang dapat dibawa ke mana saja.
Keberhasilan layanan 3 G di Eropa dan Jepang ini disebabkan oleh faktor:
1. Dukungan pemerintah. Pemerintah Jepang tidak mengenakan biaya di muka (upfront fee) atas penggunaan lisensi spektrum 3G atas operator-operator di Jepang (ada tiga operator: NTT Docomo, KDDI dan Vodafone). Sedangkan pemerintah Korea Selatan, walau pun mengenakan biaya di muka, memberikan insentif dan bantuan dalam pengembangan nirkabel pita lebar (Korea Selatan adalah negara yang menggunakan Cisco Gigabit Switch Router terbanyak di dunia) sebagai bagian dalam strategi pengembangan infrastruktur.
2. Kultur masyarakatnya. Layanan video call, yang diramal menjadi killer application tidak terlalu banyak digunakan di kedua negara tersebut. Namun, layanan seperti download music dan akses Internet sangat digemari. Operator seperti NTT Docomo (Jepang) memberikan layanan Chaku Uta untuk download music. Sedangkan di Korea, layanan web presence seperti Cyworld yang diberikan oleh SK Tel, sangat digemari. Dengan layanan ini, pelanggan bisa mengambil foto dari handset dan langsung memuatnya ke web portal miliknya di Cyworld. Layanan ini kemudian ditiru oleh Flickr dengan handset N73.
3. Keragaman layanan konten. Docomo dan SKTel tidak menggunakan WAP standar sebagai layanan konten nya. Docomo mengembangkan aplikasi browser yang disebut iMode, sedangkan SKTel mempunyai June dan Nate.

1.4 Pengembang resmi 3G di Indonesia
Sedangkan di Indonesia sendiri, saat ini 3G juga sangat digemari. Karena media 3G dapat mempermudah khalayak untuk berkomunikasi meskipun pada satu tempat yang berbeda. Khalayak membutuhkan komunikasi interaktif yang secara cepat dapat dimengerti oleh khalayak lain atau para komunikan.
Semenjak masuk ke Indonesia, 3G tentunya menjadi incaran perusahaan telekomunikasi. Setelah melalui pelelangan oleh Direktorat Jendral Pos dan Telekomunikasi, terpilihlah 3 perusahaan seluler yang memiliki lisensi untuk mengembangkan 3G di Indonesia, yakni :
Telkomsel
Excelcomindo Pratama
Indosat
Ketiga perusahaan seluler tersebut telah berhasil membangkitkan semangat masyarakat Indonesia untuk menggunakan media 3G. Melaui ponsel yang mempunyai kemampuan untuk media 3G didukung juga dengan simcard yang dimiliki masing-masing. Agar ponsel mendukung layanan 3G, ponsel tersebut harus bisa menerima sinyal 3G dan mempunyai fitur-fitur khusus (kamera, RealPlayer, dll). Untuk aplikasi seperti video call, video streaming, mobile TV. Konfirmasikan ke dealer handphone diperlukan untuk mendukung apakah handphone sudah mendukung 3G dan untuk melihat daftar handphone yang sudah mendukung 3G. Sekilas handphone 3G itu dilihat dari fiturnya, biasanya memiliki layar yang cukup lebar dengan resolusi yang cukup tinggi, memiliki dua buah kamera (di depan dan belakang) namun ada juga yang cuma punya satu kamera.

1.5 Kemajuan 3G
Setelah munculnya 3D, dunia teknologi tidak berhenti begitu saja. Saat ini telah berkembang 3,5 G yang dikenal juga dengan sebutan super 3G, merupakan peningkatan dari teknologi 3G, terutama dalam peningkatan kecepatan transfer data yang lebih dari teknologi 3G (>2Mbps) sehingga dapat melayani komunikasi multimedia seperti akses internet dan bertukar data video (video sharing) lebih cepat. Teknologi ini merupakan penyempurnaan teknologi sebelumnya dengan menutupi semua keterbatasan 3G. Contohnya layanan panggilan video 3,5G mengalami penyempurnaan dengan meniadakan penundaan suara maupun penundaan pada tayangan wajah lawan bicara di layar ponsel (yang sering terjadi pada 3G), sehingga melakukan panggilan video (video call) melalui jaringan 3,5G jauh lebih terkesan hidup.

1.6 Aplikasi
Teknologi 3,5G ini memungkinkan penggunanya untuk mengunduh beragam sajian multimedia, seperti streaming video, streaming musik, mobile TV, permainan daring (online game) , cuplikan film, animasi, video klip, permainan, video klip olahraga, berita keuangan, memainkan kumpulan lagu secara penuh, dan unduh karaoke dengan kecepatan tinggi. Seluruhnya dapat dilakukan sambil tetap melakukan telepon video dengan tanpa mengganggu proses transfer data. Kegunaan lain teknologi 3,5G yang paling sering dimanfaatkan saat ini adalah menjadi internet broadband HSDPA. Dengan teknologi ini, kita dapat mengakses data/internet dengan lebih cepat.

Kesimpulan
Dengan munculnya 3G dan 3,5G hal tersebut membuktikan perkembangan teknologi semakin berkembang pesat. Sebelumnya orang hanya bisa berkomunikasi dengan bahasa namun sekarang melalui media yang canggih membuktikan semakin mudahnya untuk berkomunikasi. Berkomunikasi tidak harus saling tatap muka secara langsung, namun dari jarak jauh kita pun dapat bertatap muka satu sama lain dengan mengguanakan media 3G ataupun 3,5 3G.
Melalui media tersebut, tidak usah bersusah payah menghampiri seseorang untuk melakukan komunikasi atau percakapan karena dengan ponsel yang ada fasilitas pendukung 3G, kita dapat bertatap muka langsung. Selain itu juga terdapat suara yang bisa mempermudah khalayak saat berkomunikasi.
Setelah lahirnya 3G muncullah 3,5G. Media tersebut hampir sama dengan yang dimiliki 3G namun bedanya lebih canggih dan lebih cepat mengakses data. Tidak hanya untuk video call/ komunikasi gambar tatap muka, namun 3G dan 3,5G juga dapat untuk download video, uo-load dll.
Beberapa keunggukan 3,5G dibandingkan dengan 3G. 3,5G berbekal bandwith hingga 3,6 megabit per detik (mbps), kehadiran HSDPA dari jalur teknologi 3,5G ini meninggalkan pendahulunya yaitu GPRS hingga 3G. GPRS hanya sanggup membawa data hingga 50 kilobit per detik (kbps). Penerusnya EDGE yang juga dikenal dengan 2,75G hanya mampu sampai di 150 kilobit per detik (kbps). Sedangkan WCDMA alias 3G baru bisa mengusung data secepat 384 kilo bit per detik (kbps). Teknologi 3.5G mobile internet access menawarkan berbagai keuntungan untuk kalangan bisnis maupun perorangan. Keunggulan utama yaitu dengan kecepatan super tinggi hingga 3.6 Mbps menggunakan tehnologi High Speed Downlink Package Access (HSDPA) memperlihatkan bahwa teknologi 3.5G sangat superior dibandingkan dengan teknologi generasi sebelumnya.

Daftar Pustaka
www.wikipedia.com Mirabito, M.A.M., & Morgenstern, B.L (2004). New Communication Technology : Application, Policy, and Impact, fifth edition UK : Focal Press
www.google.com
www.wikipedia.com Kadir, Abdul & Terra Ch, Triwahyuni. 2003. Pengenalan Teknologi Informasi. Yogyakarta: Penerbit Andi.
Turban E, Rainer Jr EK, Potter RE. 2006. Pengantar Teknologi Informasi Edisi 3. Jakarta: Penerbit Salemba Infotek.


Qoriatul fatmala Sari / 09220369

Televisi Sebagai Komunikasi Interaktif


Sebagai Makhluk Sosial Manusia memerlukan komunikasi, karena komunikasi adalah proses penyampaian pesan dari komunikator ke komunikan sehingga adanya feedback ( timbal balik ) antara komunikator dan komunikatif.
Komunikasi interaktif merupakan proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan dimana antara kedua belah pihak bisa saling berhubungan dengan langsung baik melalui media ataupun tidak melalui media dan saling terjadi feed back atau timbal balik di dalamnya.
Banyak media yang dapat digunakan untuk berkomunikasi interaktif.salah satunya adalah Media televisi.
Televisi saat ini adalah sarana elektronik yang paling digemari dan dicari orang. Untuk mendapatkan televisi tidak lagi sesusah zaman dahulu dimana perangkat komunikasi ini adalah barang yang langka dan hanya kalangan tertentu yang sanggup memilikinya. Saat ini televisi telah menjangkau lebih dari 90 % penduduk di negara berkembang. Televisi yang dulu mungkin hanya menjadi konsumsi kalangan dan umur tertentu saat ini bisa dinikmati dan sangat mudah dijangkau oleh semua kalangan tanpa batasan usia.
Kita mendapatkan informasi dari televisi, artinya televisi bertindak sebagai komunikator, informasi sebagai pesanya, dan pemirsanya adalah komunikan. Maka dengan demikian televisi ini telah berfungsi sebagai media komunikasi. Karena ternyata komunikannya bukan hanya terdiri dari sekelompok atau organisasi saja melainkan dilihat oleh khalayak maka televisi digolongkan masuk ke dalam media yang memerantai antara nara sumber dengan massa yang disebut dengan media komunikasi massa.
Media Televisi dapat dikatakan sebagai media komunikasi interaktif ketika dalam suatu acara talk show diadakan perbincangan anatara komunikator dan komunikan secara langsung. Misalnya ketika ada telepon interaktif. Pemirsa televisi ingin bertanya atau berkomentar tentang suatu masalah yang sedang dibahas dalam acara televisi. Atau mungkin ketika pemirsa menelpon dan mengikuti kuis interaktif yang ada di televisi . Dengan hal seperti itu maka televisi dapat di kategorikan sebagai media komunikasi interaktif, walaupun tidak bertatap muka antara komunikan dan komunikator tetapi pesan yang di berikan dapat menimbulkan feedback secara langsung.

Sebagai salah satu media komunikasi yang terbesar saat ini,Televisi juga memiliki kelebihan dan kekurangan, di antaranya adalah :

Kelebihan Media Televisi
- Efisiensi Biaya
Televisi media yang paling efektif
(jangkauan dibanding media lain seperti Radio, Media Cetak).
- memiliki Dampak yang Kuat
Keunggulan kemampuan dilihat dan didengar (audio/visual)
-Televisi bisa mengerutkan dunia dan melaksanakan penyebaran berita dan gagasan lebih cepat.
-Cepat, dari segi waktu, media elektronik tergolong cepat dalam menyebarkan berita ke masyarakat luas.
-Media elektronik mempunyai audio visual seperti televisi, memudahkan para audiensnya untuk memahami berita.

Kelemahan Media Televisi
-Produksi media televisi masih tergolong mahal, memerlukan biaya besar mulai pre-produksi sampai produksi .
- Proses penyampaian berita ke masyarakat ada kalanya membutuhkan waktu lama karena harus melewati proses pengambilan gambar, editing dan baru bisa disiarkan ke khalayak.
-Khalayak yang selektif (tidak setajam media lainnya kemungkinan menjangkau segmen tidak tepat karena pemborosan geografis).
-Kesulitan teknis.
-Tidak semua tempatdapat dicapai gelombang penyiaran televisi.
-Tidak semua orang memiliki pesawat televisi melihat harganya yang relatif mahal.

Televisi juga merupakan salah satu media massa yang sangat mempengaruhi lingkungan masyarakat, oleh karena itu sebagai penikmat televisi sebaiknya penonton lebih selektif dalam memilih tayangan yang lebih berkualitas untuk di tonton atau di nikmati.


Uswatun Hasanah Zamrud / 09220315

Komunikasi Interaktif I


Komunikasi atau communication dalam bahasa Inggris berasal dari kata latin communis yang berarti sama. Istilah communis adalah istilah yang paling sering disebut sebagai asal-usul kata komunikasi. Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan antara komunikan dan komunikator dengan tujuan pesan itu bisa diterima. Tanpa komunikasi tidak akan ada komunitas. Menerut Harold Lasswell Komunikasi pada dasarnya merupakan suatu proses yang menjelaskan “siapa” “mengatakan “apa” “dengan saluran apa”, “kepada siapa” , dan “dengan akibat apa” atau “hasil apa”.(who says what in which channel to whom and with what effect). fungsi komunikasi sebagai komunikasi berisyarat bahwa komunikasi itu penting untuk membangun konsep diri, aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar clad tekanan dan ketegangan.

Sejarah singkat komunikasi meliputi empat era perubahan yaitu :

1.Era komunikasi tulisan; 4000 SM sampai sekarang
2. Era komunikasi cetak; 1456 SM sampai sekarang
3. Era telekomunikasi; 1844 SM hingga sekarang
4. Era komunikasi interaktif 1946 hingga sekarang

Manfaat Komunikasi secara umum adalah :

· Dapat menyampaikan pikiran atau perasaan

· Tidak terasing atau terisolasi dari lingkungan

· dapat mengajarkan atau memberitahukan sesuatu

· dapat mengetahui atau mempelajari dari peristiwa di lingkungan

· Dapat mengenal diri sendiri

· Dapat memperoleh hiburan atau menghibur orang lain.

· Dapat mengurangi atau menghilangkan perasaan tegang

· Dapat mengisi waktu luang

· Dapat menambah pengetahuan dan merubah sikap serta perilaku kebiasaan

· Dapat membujuk atau memaksa orang lain agar berpendapat bersikap atau berperilaku sebagaimana diharapkan.

Komunikasi interaktif merupakan proses penyampaian pesan dari komunikator kepada komunikan melalui sebuah media, dimana komunikan bersifat aktif dan dapat memberikan feedback terhadap informasi yang diterimanya. Di dalam komunikasi interaktif ini timbal balik atau feedbacknya sangat terasa antara komunikator dan komunikan. Komunikasi interaktif ini keuntungannya kita bisa memilih sendiri informasi yang kita inginkan. Supaya bisa menyampaikan pesan, komunikator itu membutuhkan media atau saluran. Ibarat kantor Perusahaan Air Minum (PAM), mereka membutuhkan saluran untuk meneruskan air yang mereka olah supaya sampai kepada pelanggan. Mereka bisa memakai pipa, selang plastik, selokan, atau truk tangki. Demikian juga dalam proses komunikasi, ada berbagai pilihan saluran komunikasi: lewat kabel (telepon, TV kabel, internet), gelombang elektronik (handphone, televisi, radio), cetakan (surat kabar, surat, majalah, buku).

Banyak sekali contoh-contoh media yang dimasukkan dalam kategori komunikasi interaktif, salah satunya ialah internet yang menyediakan fasilitas seperti e-mail, yahoo messenger atau miRc yang membuat kita berkomunikasi tidak perlu bertatap muka secara langsung. Sama halnya dengan fasilitas sms yang ada di telepon genggam. Radio dan televisi juga lebih mudah melakukan komunikasi interaktif dengan khalayaknya. Berbeda dengan media massa cetak yang sangat sulit menjalin komunikasi timbal balik dengan para pembacanya. Tetapi, koran-koran sekarang sudah melengkapi diri dengan versi on-line sehingga komunikasi interaktif bisa tetap dilakukan. Dengan teknologi komunikasi interaktif ini manusia dapat berkomunikasi dengan lancar walaupun jarak memisahkan mereka.

Kita juga bisa mengetahui keadaan yang terjadi di sekitar kita setiap saat melalui media TV. misalnya berita yang terjadi di luar pulau jawa seperti terjadinya bencana alam atau yang lainnya. dengan adanya alat komunikasi televisi ini, kita dapat terhubung satu sama lain dimanapun kita berada. apalagi, dengan keadaan negara kita yang terdiri dari banyak pulau. hal ini tentu mempermudah komunikasi tersebut.

Media televisi dapat dikatakan sebagai media komunikasi interaktif ketika dalam suatu acara talk show diadakan perbincangan anatara komunikator dan komunikan secara langsung. Misalnya ketika ada telepon interaktif. Pemirsa televisi ingin bertanya atau berkomentar tentang suatu masalah yang sedang dibahas dalam acara televisi. Atau mungkin ketika pemirsa menelpon dan mengikuti kuis interaktif yang ada di televisi.

Tidak Semua program di dalam multimedia mengandung Komunikasi interaktif program-program ini dikhususkan secara teknis dan penyiaran nya. Adapun acara yang mengandung Komunikasi interaktif

Program music ini biasanya program televisi manapun kecuali televisi khusus berita. Biasanya berisi pemutaran lagu pilihan pendengar diselingi info ringan atau kuis, seusai pemutaran lagu biasanya diselingi juga komentar tentang lagu tersebut. biasanya mendatangkan nara sumber atau bintang tamu untuk bincang-bincang tentang sebuah tema atau topik hangat.

Diantara yang harus di perhatikan dalam komunikasi interaktif adalah alat-alat yang dapat menunjang komunikasi interaktif tersebut. Antara lain peralatan atau perangkat-perangkat yang menghubungkan sang komunikator dan komunikan.

Telepon merupakan Alat yang dipakai untuk komunikasi jarak jauh. Dapat menghubungkan Komunikator dan Komunikan dalam komunikasi interaktif dalam multimedia.


namun, dibalik semua itu, tentunya terdapat kelemahan dan kelebihan dari alat komunikasi tersebut.

Kelemahannya :

1. melalui adanya media ini, banyak bagian dari masyarakat kita mempelajari hal-hal yang kurang pantas untuk ditiru. misalnya, pornografi.

Banyak anak-anak kecil yang sudah mengerti foto-foto syur yang beredar dan juga adegan-adengan tidak seronok yang dipertontonkan ke depan khalayak masyarakat, padah hal tersebut sangatlah tidak pantas sebagai bahan tontonan.

2. masih banyak daerah yang belum terjangkau oleh media komunikasi ini.

Dengan banyaknya daerah yang belum teraliri dengan listrik, hal ini mempersulit berkembangnya media komunikasi ini. Sehingga banyak masyarakat yang belum dapat menikmati media komuniaksi seperti ini.

3. merubah sifat bangsa indonesia yang terbuka. dengan adanya komunikasi ini, banyak masyarakat yang lebih memilih untuk diam berdiam diri di rumah sehingga pergaulan dengan sesama masyarakat berkurang.

Dengan semakin mudahnya kita berkomunikasi tapa harus meluangkan banyak waktu, hal tersebut menyebabkan kita menjadi malas untuk keluar rumah atau untuk mengambila bagian dalam hidup bermasyarakat.

Kelebihannya :

1. wawasan masyarakat semakin luas.

Dengan adanya media komunikasi ini, masyarakat mendapatkan pengetahuan-pengetahuan yang dulu nya mungin belum diketahui, namun dengan adanya alat komunikasi ini, masyarakat dapat mengetahui hal tersebut dan menambah wawasan mereka secara pribadi.


2. komunikasi semakin mudah dijangkau.

Walapun jarak yang sangat jauh, namun memungkinkan kita untuk berhubungan satu sama lain baik dengan sanak keluarga maupun dengan orang-orang yang letaknya jauh dengan kita. Sehingga dapat menghemat biaya dan waktu.

3. masyarakat mendapatkan hiburan.

Masyarakat mendapatkan hiburan melalui televisi setelah melewati banyak kegiatan selama sehari penuh.

Dampak komunikasi melalui televisi :

Menurut saya, dengan adanya media komunikasi ini, masyarakat dapat belajar untuk menjadi manusia social yang berhubungan satu sama lain.

Akhirnya dapat disimpulkan secara garis besar, sistem komunikasi dibutuhkan untuk jasa telekomunikasi (telepon, telegrap, telex, transmisi data) dan juga jasa penyiaran (berita, penerangan) dengan mengutamakan penyiaran yang dapat didengar melalui radio atau yang nampak mata dan dapat didengar melalui televisi.


http://iocahyo.blogspot.com/2008/07/komunikasi-interaktif.htm

http://chebii.wordpress.com/2009/10/26/efektifitas-komunikasi-melalui-radio-dan-televisi/

http://are-u2719.blogspot.com/2009/06/komunikasi-antar-personal.html

http://www.sabdaspace.org/memahami_proses_komunikasi

http://www.coremap.or.id/downloads/Mengapa_Kita_Berkomunikasi.pdf

Prof. Deddy Mulyana. Ilmu komunikasi. Rosda, 2007

Haney, wiliam V. communication and interpersonal relation: text and cases . Homewood, illinios : Irwin, 1986

Cintia Devi Seputri / 09220362

Televisi Digital

Bicara konsep konvergensi dalam industri audio video sebenarnya sudah cukup lama berlangsung. Dari sekadar sebuah piranti yang mampu melayani banyak kebutuhan hingga penyatuan banyak piranti audio video menjadi sebuah sistem jaringan.

Boleh diklaim bahwa hampir semua produk audio video rilisan teranyar memiliki fungsi konvergensi. Mulai dari sistem audio video multi ruang yang melayani berbagai kebutuhan hiburan musik dan film untuk tiap ruang di rumah secara mandiri hingga piranti receiver audio video yang berbasis internet dan intranet.

Bahkan, dua merek besar industri multimedia, Sony dan Slingmedia, telah melansir sebuah sistem TV yang membebaskan kita dari ruang dan waktu. Dalam pengertian, di mana pun serta kapan pun, kita dimungkinkan menonton tayangan sebuah stasiun TV konvensional, TV kabel, juga dari kepingan DVD.

Untuk artikel kali ini, kami mencoba memfokuskan dua teknologi dalam audio video yang diramal bakal mengubah perilaku kita saat menikmati hiburan "tonton dan dengar’ di rumah. Keduanya memiliki beberapa persamaan walau mempunyai tujuan atau media berbeda. Yang pertama berfungsi sebagai "jantung’ dari sebuah sistem hiburan atau home theater di rumah, sedangkan yang lain memilih televisi sebagai mediumnya.

Baik peranti "receiver networking’ maupun "TV server’ tersebut mengadopsi sistem yang selama ini sudah dikenal dalam dunia teknologi informasi. Mereka berbasis pada jaringan intranet juga internet broadband.

Tak heran bila keduanya lebih memilih fleksibilitas peranti ketimbang kualitas audio video dalam pengertian sesungguhnya. Dalam konteks ini, baik "receiver networking" (kami mengambil contoh produk RX-N600 dari Yamaha) maupun "TV server" (kami mengulas kinerja Sony TV Server dan Slingbox dari Slingmedia) memilih teknologi streaming sebagai media penampung sinyal audio dan videonya.

Berbasis "broadband"

Dalam pertemuan wartawan se-Asia yang diselenggarakan di Singapura akhir Agustus lalu, Yamaha menyatakan bahwa semua rilisan produk receiver audio video (AV receiver) akan berbasis networking. Selain akan menambahkan kode "N" di setiap nama produknya, receiver Yamaha tersebut akan memanfaatkan jaringan intranet dalam menyebarkan sinyal suara dan gambar ke berbagai ruang tempat ia berada, plus internet dalam mengembangkan fungsinya.

Dengan demikian, AV receiver Yamaha akan selalu mampu melakukan tugas sebagai ’makelar’ sinyal suara dan gambar yang masuk ke dirinya, lalu disebarkan ke banyak ruang dengan permintaan berbeda. Artinya, kebutuhan musik Anda di ruang kerja dan kebutuhan tayangan film animasi anak Anda di ruang tidur mereka, semua bisa dilayani dalam waktu bersamaan.

Salah satu seri produk AV receiver berbasis networking dari Yamaha tersebut adalah RX-N600 ini. Dalam keluarga, receiver terbaru merek yang berpusat di kota Hamamatsu, Jepang, tersebut, RX-N600, terhitung produk menengah. Produk yang dibanderol pada kisaran Rp 4-5 juta ini dijadikan contoh paling awal dari niatan Yamaha menggelar banyak produk receiver berbasis internet tersebut, sebelum merilis versi kelas di atasnya, seperti RX-VN2700.

Untuk bisa melakukan fungsinya dengan baik, RX-N600 membutuhkan sebuah jaringan internet broadband dengan sistem ethernet sebagai media penghubungnya. Tak heran bila saat proses penyetingan, ada kemiripan ketika Anda menyeting komputer yang bekerja di sebuah jaringan. Antara lain yang paling kentara, RX-N600 ini juga membutuhkan IP Address, DNS, Gateway, dan sebagainya. Setelah itu secara otomatis receiver akan melakukan setingan berikutnya, antara lain mencari sumber sinyal yang bisa ia layani di dalam jaringan tersebut.

Setelah proses penyetingan yang mudah tersebut selesai, kami mencoba fungsi radio internetnya. Bila prasyarat broadband internet bisa disediakan dengan baik, kerja fungsi radio internet pun bisa dilakukan dalam hitungan detik. Sekitar 17 negara lokasi radio internet akan segera terpampang.

"Sound enchancer"

Berdasarkan kualitas siaran radio hingga menemukan sebuah radio yang berlokasi di Colorado, Amerika Serikat. Sempat melakukan proses buffering singkat, akhirnya RX-N600 menayangkan siaran streaming radio tersebut.

Anda tak perlu terlalu kecewa dengan kualitas suara kompresi yang Anda dengar karena RX-N600 menyediakan fitur "sound enhancer", yakni semacam prosesing yang melakukan koreksi atas kualitas suara. Disediakan untuk kepentingan dua kanal (stereo) yang jauh lebih baik, dengan detail treble dan bass yang lebih menonjol.

Atau bila kurang puas, Anda juga bisa mengubah sinyal streaming tersebut dalam formasi multikanal (multichannel). RX-N600 memiliki formasi surround 6.1 (enam satelit speaker serta satu subwoofer). Dengan demikian, tayangan siaran radio internet berupa suara streaming tersebut bisa direproduksi sebagai suara surround.

Untuk kualitas yang lebih baik lagi, RX-N600 juga mampu menyalurkan suara (musik) dari bentuk-bentuk file suara kompresi lain. Ia kompatibel dengan MP3, WAV, dan WMA (sayang AAC dari Apple dan Atrac dari Sony tidak kompatibel). RX-N600 akan melakukan kerja semacam peer-to-peer sharing yang pernah dilakukan Napster, tetapi dalam tingkat jaringan lokal (intranet). Ia mencari folder tempat penyimpanan file musik kompresi dalam PC yang ada.

Ketika dapat, RX-N600 akan membaca judul file-file tersebut di layar sehingga Anda bisa memilih file mana yang akan dimainkan. Jangan dibayangkan RX-N600 juga memainkan fungsi player. Fungsi tersebut tetap ada di PC atau Mac tempat file-file itu berada.

Lewat software Microsoft Media Centre yang bisa di-download secara gratis di situs resmi mereka, file-file tersebut dimainkan dalam sebuah playlist. Pada gilirannya, RX-N600 akan mereproduksi sinyal-sinyal dari jaringan tersebut ke sistem surround yang ada. Atau bila Anda mau, bisa juga disebarkan ke ruangan lain dalam konteks kerja multiruang.

"TV server"

Lewat konsep konvergensi pula, akhirnya Anda dimungkinkan menonton tayangan TV secara live dan koleksi file multimedia di mana pun dan kapan pun. Teknologi ini membuat televisi tidak lagi terikat oleh waktu dan ruang.

Lewat teknologi ini pula, Anda dimungkinkan menonton TV via ponsel 3G, media player portable, atau di internet. Anda juga bisa men-download acara yang belum sempat ditonton, atau justru menonton siaran langsung sebuah acara. Ini pernah terjadi saat Piala Dunia ditonton secara langsung di beberapa negara, seperti Jepang, Korea, dan Inggris (di negara ini dilakukan oleh BBC).

Bagaimana caranya bisa menonton apa saja dan di mana saja? Mungkin prinsip dasarnya sama dengan membawa TV Anda (walau hanya sampai garasi) berikut dekoder parabola serta parabolanya sendiri. Maka, bisa dibayangkan Anda bisa menonton acara favorit lewat siaran parabola di mana pun berada.

Tayangan "streaming"

Intinya adalah sistem video streaming. Semakin meningkatnya jaringan (termasuk internet) dalam kehidupan kita, membuat teknologi ini sebenarnya cukup membantu konsumen yang sibuk akibat aktivitasnya untuk tidak kehilangan hiburan.

Jadi, sistem "TV server" ini menyajikan program TV lintas jaringan komputer, baik kabel maupun nirkabel. Anda bisa menonton dan sekaligus mengontrol unit tuner, DVD recorder, dan sejenisnya. Bahkan, peranti rilisan Slingmedia memiliki TV tuner analog/digital tersendiri.

Di mana saja di dunia, jika Anda bisa mendapatkan koneksi jaringan serta internet broadband ke perangkat Anda, "TV server" ini bisa difungsikan. Jadi, bisa saja dilakukan dari komputer di rumah yang hard- disknya telah menyimpan hasil rekaman acara atau koleksi DVD. Lalu, hubungkan via internet ke gadget (sebagai media tayangnya, atau sebagai TV) tinggal download dan tonton.

Sony memperlihatkan sistem "TV server"-nya pertama kali kepada wartawan dalam sebuah kafe internet di perusahaan NTT Telecom Jepang, Kantor Pusat Tokyo. Dalam demonstrasi produk tersebut diperlihatkan tiap negara bisa menonton siaran langsung TV dari lokasi di mana pun Anda berada. Ketika sedang bersantai di sebuah kafe di Tokyo pukul 14.00 siang sambil menonton siaran pagi Breakfast News dari BBC secara live.

Stasiun utama "TV server" terhubung dengan sebuah unit menyerupai tuner digital TV kabel atau parabola. Alat ini biasanya dilengkapi tuner built-in. Tuner yang berfungsi mengalirkan sinyal TV ke peranti, via jaringan nirkabel built-in atau internet, langsung ke PC, laptop, atau peranti gadget yang akan bekerja bersama software khusus "TV Server" yang disediakan pabrikan. Jadi, Anda bisa menonton dan mengontrol unit secara online di mana saja.

Untuk "TV server" dari Sony, juga didesain untuk bekerja dengan Sony PlayStation Portable (PSP) sebagai TV. Sony juga mendesain sistem ini untuk bekerja bersama dengan ponsel smartphone rilisan Sony-Ericsson. Maka, tayangan "TV server" pun semakin leluasa.

Bahkan, ketika kami mencobanya di dalam kereta cepat Shinkansen, tayangan NHK yang kami tonton melalui PSP pun bisa dilakukan.

Komputer server yang berfungsi sebagai stasiun TV-nya memiliki dua set input video komposit dan soket audio stereo. Lalu, sebuah output untuk flasher infrared mengontrol perangkat eksternal, serta sebuah koneksi Ethernet. Set-up perangkat ini biasanya dilakukan dengan software Sony-Simple.

Adapun untuk produk rilisan Slingmedia (mereka menyebutnya sebagai Slingbox) dilengkapi sepasang unit Netgear XE102, untuk membawa data antara Slingbox dan router utama. Lalu, software Slingplayer memandu Anda memasangnya. Sebagai media penayangan, mereka memilih laptop yang sudah terlebih dahulu terinstal software Slingplayer. Dengan demikian, aspek mobilitas Anda juga tetap tak terganggu dan tayangan favorit pun tak lagi terlewatkan.

Daftar Pustaka

http://dewduw.blog.friendster.com/2007/05/pengertian-tv-digital/

http://www.google.com


Dahlia Eka Fitri/ 09220368