1. Uswatun Hasanah Zamrud (09220315)
2. Cintia Devi Seputri (09220362)
3. Aang Manderawati (09220367)
4. Dahlia Eka Fitri Patmala (09220368)
5. Qoriatul Fatmala Sari (09220369)
6. Yosi Ari Pratiwi (09220371)
7. Galindra Astarini (09220374)
ILMU KOMUNIKASI
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
2010
1. Tentang Skateboard
Skateboard kali pertama lahir di California, Amerika Serikat, sebagai alternatif selancar air atau surfing karenanya sering disebut sebagai “sidewalk surfing”. Bentuk pertamanya masih sederhana, terbuat dari sebilah papan kayu yang dipasangi roda di bawahnya dan tonggak kemudi di bagian depan mirip otoped.
Dianggap terlalu mudah dan kurang menantang, permainan ini hanya mengecap popularitas sesaat. Untuk waktu cukup lama orang kembali beralih pada surfing. Tapi surfing sangat tergantung pada kondisi alam. Jika ombak lagi jelek, para peselancar hanya bisa duduk menunggu. Pada dekade 1950-an para peselancar di California yang gelisah kembali melirik skateboard. Dengan sedikit kutak-kutik mereka menciptakan selancar darat alias skateboard. Kayu kemudi dibuang. Truck, alat berbentuk “V”, dipasang; berfungsi sebagai penopang antara roda dan papan sehingga pengguna skateboard bisa bermanuver lebih bebas. Truck turut mendorong lahirnya berbagai trik dan gaya permainan skateboard.
Memasuki tahun 1959 sebuah perusahaan bernama Roller Derby Skateboard mencium aroma bisnis dari permainan ini. Untuk kali pertama, mereka menjual papan selancar ke pasaran. Melihat animo mulai tumbuh, pada 1963 Larry Stevenson menerbitkan majalah Surf Guide yang khusus menyajikan serba-serbi permainan skateboard. Melalui perusahaannya, Makaha, Stevenson juga merilis papan selancar untuk pemain profesional. Pada tahun yang sama dia membuat kompetisi skateboard pertama di Pier Avenue Junior School, Hermosa, California.
Papan selancar abal-abal ini menggunakan roda berbahan dasar mirip keramik yang licin dan tak bisa mencengkeram jalan. Alhasil banyak skater cidera, bahkan meninggal dunia, saat bermanuver. Parahnya, beberapa kota di Amerika mengeluarkan larangan bermain skateboard. Industri skateboard pun tersungkur. Perusahaan besar seperti Makaha merugi dan gulung tikar. Orang yang ingin bermain skateboard harus membuat papan selancar sendiri. Skateboard berada dalam fase hidup segan mati pun enggan.
Di tengah kondisi sekarat, pada 1970 Frank Nasworthy, melalui perusahaannya Cadillac Wheels, mengembangkan roda berbahan dasar urethane. Frank mengampanyekan permainan skateboard yang aman. Tak sia-sia. Perlahan namun pasti permainan ini kembali menggeliat.
Perubahan juga terjadi pada cara bermain skateboard. Jika sebelumnya orang biasa menggunakan gaya bebas, yang lebih mirip menari balet atau selancar es, pada 1978, seorang pemain skateboard bernama Alan Gelfand (biasa disapa "Ollie") membuat sebuah manuver yang memunculkan lompatan revolusioner dalam permainan skateboard. Dia menjejakkan kaki belakangnya pada ekor papan dan melompat, sehingga dirinya dan papan meluncur ke udara. Teknik ollie pun lahir –menyandang nama penemunya. Banyak trik yang muncul saat ini didasarkan pada teknik ini. Tapi secara umum, ada dua jenis aktivitas skater: street skateboard (di jalanan bebas) dan court skateboard (di arena khusus).
Perubahan besar-besaran kemudian dilakukan terhadap bahan baku dan desain papan (deck). Perusahaan-perusahaan pembuat deck memilih kayu maple yang terkenal lentur, ringan, serta tahan panas dan hujan. Ukuran yang semula 9 inci dipangkas jadi sekitar 7,5 inci. Pada awal 1980-an, Tim Puerta, salah seorang pendiri perusahaan Santa Cruz Skateboards, untuk kali pertama menambahkan desain lengkung (concave) di bagian belakang papan selancar. Di Indonesia desain itu dikenal dengan sebutan “papan ikan” (bentuknya menyerupai ikan) dan kerap dimainkan skateboarder Indonesia generasi pertama.
Skateboard masuk ke Indonesia pada 1976. Saat itu belasan “anak Menteng” mulai menggilai aktivitas ekstrem ini.Skateboard dibawa oleh orang-orang ekspatriat yang tinggal di Jakarta, mahasiswa-mahasiswa yang sekolah di sana (Amerika) juga memperkenalkan olahraga ini. Sejak itu perkembangan skateboard menunjukkan gejala positif. Sejumlah skateshop dibuka di Jakarta. Skatepark juga dibangun. Geliat positif juga terjadi di sejumlah kota besar di Indonesia. Pihak industri tak tinggal diam, peluang ini dimanfaatkan untuk mendulang untung. Mereka membangun simbosis mutualisme dengan skater dengan menjadi sponsor: memberikan dukungan berupa produk hingga gaji. Skateboard kian bertaji ketika pada 1999 terbentuk Indonesian Skateboarding Association (ISA), sebuah organisasi induk Skateboard Indonesia.
2. Teknik Bermain Skateboard
a. Persiapan
Bermain skateboard harus hati-hati. Karena itu, lakukan persiapan dengan baik. Gunakan perlengkapan-perlengkapan standard untuk menjamin keamanan. Pertama adalah sepatu. Memang ada sepatu khusus untuk bermain skateboard, tapi kita bisa juga menggunakan sepatu biasa sepanjang sepatu tersebut memenuhi kebutuhan standard permainan ini.
Sepatu skateboard memiliki alas yang datar dan lebar agar memiliki daya rekat yang lebih kuat terhadap papan. Biasanya terdapat fitur tambahan lain yang membedakan sepatu ini dengan sepatu biasa.
Kedua adalah helm. Helm sangat penting karena bermain skateboard rawan jatuh. Memang, untuk beberapa kalangan, bermain skateboard tanpa helm dianggap lebih macho dan menantang adrenalin. Tapi, jangan terprovokasi dengan hal semacam ini. Kita tidak akan terlihat penakut hanya karena mengenakan helm saat bermain skateboard.
Ketiga adalah perlengkapan tambahan, seperti pelindung siku, pelindung lutut, sarung tangan, dan pakaian olahraga yang menjamin gerak leluasa, dan tentu saja menyerap keringat. Perlengkapan standard tersebut bersifat memperkecil resiko kecelakaan yang tidak diinginkan. Tidak ada satu pun dari peralatan tersebut yang menjamin keselamatan, sebab kita sendirilah yang menjaminnya, yakni dengan cara bermain hati-hati.
b. Teknik Berdiri di Atas Skateboard
Pertama kali yang harus kita pelajari adalah teknik berdiri di atas skateboard. Pertama, perhatikan keseimbangan. Latih keseimbangan dengan baik. Pijakkan kaki di atas lubang baut yang terdapat di bagian atas papan. Baut itu menghubungkan dengan roda.
Jadi dengan kata lain, kita berdiri tepat di atas roda. Cara ini cocok untuk pemula yang masih belajar keseimbangan. Kalau sudah mahir, tentu saja tidak masalah mau meletakkan kaki di mana asalkan keseimbangannya bisa diperoleh.
Setelah itu, mulailah mencoba menggerakkan skateboard. Gunakan satu kaki untuk menolak lantai. Skateboard pelan-pelan akan meluncur. Ikuti gerakan skateboard tersebut dengan tetap menjaga keseimbangan.
c. Teknik Meluncur
Meluncur di atas papan skateboard gampang-gampang susah. Kalau tenaga dorong sudah mencukupi, angkat kaki yang menolak lantai, dan sekarang kedua kaki benar-benar berada di atas papan skateboard. Ikuti terus gerakan papan dengan tetap menjaga keseimbangan.
Dibutuhkan keseriusan dan ketekunan untuk bisa meluncur di atas skateboard. Terutama momentum saat kaki pendorong diangkat, dan tubuh berada di atas skateboard secara sempurna. Setelah ini kita kuasai dengan baik, barulah kita belajar bagaimana cara mengendalikan gerakan skateboard.
Ada dua cara berdiri di atas skateboard, yaitu Goofy stance dan Regular stance. Goofy stance menggunakan kaki kanan di depan papan, sedangkan Regular stance sebaliknya, menggunakan kaki kiri di bagian depan papan.
d. Teknik Berbelok dan Mengerem
Kalau sudah mahir meluncur, saatnya untuk belajar membelokkan papan. Gunakanlah bagian depan papan skateboard, sedangkan bagian belakang digunakan untuk mengatur keseimbangan.
Inilah perlunya kita memahami cara mana yang tepat untuk kita, apakah Goofy stance atau Regular stance. Sebab, masing-masing kaki memiliki peran yang penting dalam permainan ini.
Mengerem papan bisa dilakukan dengan cara menurunkan kaki belakang ke lantai. Sebenarnya banyak teknik yang bisa dikembangkan, namun teknik inilah yang palin cocok untuk pemula. Ingat, kaki belakang yang diturunkan. Kalau kaki depan, biasanya akan mengakibatkan kita terjungkal, seperti halnya kalau kita turun kendaraan umum menggunakan kaki kanan.
3. Analisa Video
Kami memilih komunitas skateboard karena komunitas ini sering dijumpai dan dibicarakan. Banyak komunitas skateboard di Malang, namun kami memilih komunitas yang ada di Batu. Salah satunya adalah “Down Town Skateboard”. Down Town Skateboard didirikan pada pertengahan Juli pada tahun 2006, pada awalnya anggotanya ada 6 orang namun semakin hari semakin bertambah. Anggotanya mulai dari anak SMP , dari yang tidak bisa hingga yang sudah mahir. Rasa kekeluargaan sangat kental dikomunitas ini, bisa dilihat dari jadwal mereka latihan yaitu 5 kali dalam seminggu.
Komunitas ini sangat menerima dengan baik jika ada anak yang ingin bergabung. Mungkin semua yang mereka lakukan tidak semulus seperti yang dilihat, kurangnya sarana yang mendukung mereka dan kekhawatiran orang tua menjadi kendala. Orang tua selalu khawatir anaknya terluka karena terjatuh, padahal mereka berfikir jatuh adalah resiko yang memang harus ditanggung, untuk mengantisipasinya mereka menggunakan pelindung dan yang paling penting harus memakai sepatu. Terkadang juga masyarakat sekitar mengeluh dengan keramaian dan keseruan yang ada sehingga membuat Down Town Skateboard harus pindah tempat untuk latihan dan sekarang mereka mempunyai tempat latihan yang tetap yaitu di Stadion Brantas Batu.
Harga papan skateboard lengkap sekitar 350 ribu, dan itu juga lumayan menguras kantong mereka, namun itu semakin membuat mereka semangat untuk menabung dan itu merupakan dampak positif yang mereka dapat. Selain itu mereka mendapat lebih banyak dampak positif, seperti membuat badan sehat, menambah teman, mengukir prestasi, mengisi waktu luang dengan hal yang bermanfaat seperti ini. Salah satu anggota dari mereka pernah menjadi juara satu di tingkat menengah.
Down Town Skateboard juga mengikuti perkembangan teknologi , misalnya mereka membuat blog dengan nama “nist.do.am”, dengan adanya blog ini Down Town Skateboard berharap ingin dikenal lebih oleh pecinta dunia, selain itu Down Town Skateboard juga ingin mengajak bergabung pecinta skate board yang ada. Namun blog bukan prioritas utama bagi mereka. Down Town Skateboard juga menggunakan superhighway lainnya yaitu handphone, semakin canggihnya celluler phone di jaman sekarang juga mendukung komunikasi mereka. Selain dengan sms atau telp sekarang mereka juga bisa menggunakan BBM(Black Berry Messanger) karena sebagian besar mereka menggunakan fasilitas tersebut, jadi semakin memudahkan mereka dalam mengatur jadwal latihan dan bertukar informasi, bahkan juga sekedar basa basi untuk lebih mengakrabkan diri. Walaupun begitu mereka tidak lantas mengantung diri dengan alat komunikasi tersebut, mereka juga sering bertemu pada saat latihan atau tidak latihan seperti nongkrong di kafe-kafe yang nyaman bagi mereka.
4. Lampiran